Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/islamnuprob/public_html/config/koneksi.php on line 12
Didampingi Muspika, MWCNU Wonomerto Terima Kunjungan Kapolresta Probolinggo

Didampingi Muspika, MWCNU Wonomerto Terima Kunjungan Kapolresta Probolinggo

Keterangan Foto :

Wonomerto, 11/3 – Dalam upaya untuk mempererat hubungan POLRI dengan masyarakat, malam ini, Jum’at, 11 Maret 2016 Kapolres Probolinggo Kota AKBP Sumaryono, S.H.,S.I.K.,M.H. yang didampingi para Kabag dan Kasat Polres Probolinggo Kota, menghadiri acara “Along Polong Silaturrahmi Kamtibmas Kapolres Probolinggo Kota Dengan Masyarakat” bertempat di Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme rumah kediaman KH. Muh. Hasan Sidiq Ketua MWCNU Wonomerto.

Yang mendampingi Kapolres antara lain, Wakapolres (Kompol Suhartono, S.Ag), Kasat Lantas AKP Saadun), Kasat Intel AKP Darto, Kasat Resnarkoba (AKP Sumi Andana, SH. M.H), Bimas Polres, Kasiwas Polres AKP Siswanto, Humas Polresta (AKP Kusmidi), Kapolsek Wonomerto (AKP Sugiman) dan Sumberasih  (AKP Wahyudi) serta sekitar 70 Polisi dan Polwan Polresta Probolinggo. Tidak ketinggalan pula Jajaran Muspika Wonomerto, Camat, Danramil, para kades, semua tokoh agama dan tokoh masyarakat berkumpul meramaikan acara ini dengan sangat antusias untuk mendengarkan pengarahan dari Kapolres dan siraman rohani dari MWC Wonomerto.

Diawali dengan sambutan Camat Wonomerto Bpk Ghufron menyatakan bahwa kegiatan Along Polong (silaturrahmi) merupakan hal penting yang mampu mensinergikan hubungan Pemerintah dengan Rakyat, tiada permasalahan yang rumit kalau kita bisa melakukan silaturrahim, karena inilah kunci yang bisa menyelesaikan setiap permasalahan dan meringankan bebas tugas dengan kebersamaan.

Kapolresta (AKBP Sumaryono) menjelaskan bahwa “keamanan merupakan hal penting yang sangat dibutuhkan masyarakat; dengan keamanan yang baik maka masyarakat bisa tidur dengan nyenyak, kondisi aman dan nyaman. Beliau menyitir QS. Al-Baqarah : 126 yang menceritakan tentang doa Nabi Ibrahim as. : “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”. Dalam ayat tersebut Nabi Ibrohim meminta negeri yang aman sentosa, nabi Ibrohim tidak meminta rzki untuk mengawali permohonannya, inilah membuktikan bahwa nilai keamanan itu sangat penting.

Dan untuk mewujudkan keamanan tersebut maka kita harus merujuk konsep tiga pilar (Camat, Danramil dan Kapolsek), Pemerintahan, keamanan danpertahanan ketiganya harus bersinergi dan utuh, serta terpelihara dengan baik. Dengan rasa aman semuanya bisa bekerja dengan baik, bisa beribadah dengan baik. Untuk lingkungan di tingkat desa marilah kita galakkan dan aktifkan kembali “Siskamling” (Sistem keamanan keliling) bersama masyarakat dan aparat.

Menanggapi beberapa pertanyaan terkait narkoba dan beberapa issu aktual Kasat Resnarkoba, AKP Sumi Andana menjelaskan bahwa narkoba harus kita perangi. Sekarang ini penjajahan tidak perlu lagi dengan senjata, melumpuhkan negara tidak tetapi dengan melumpuhkan remajanya dengan medsos yang berupa pornografi, kegiatan-kegiatan yang merubah budaya jelek. Kita memasuki perang asimitris, bukan simitris, perang yang tidak tampak akan tetapi bisa dirasakan; seperti proxi war, siber, melalui internet dan dunia maya. Kita harus berani untuk mengatakan “Say NO to Drug”. Kita harus menangkal narkoba bersama-sama, karena narkoba tidak bisa diperangi oleh satu komponen bangsa. Kita harus peka dengan lingkungan; laporkan kalau ada informasi yang mencurigakan.

Terkait Issu agama yang di Probolinggo beberapa hari lalu telah dilakukan rapat koordinasi Pakem yang diikuti pihak-pihak terkait, MUI, Kejaksaan Negeri (Kejari), Kankemenag, Bakesbangpol Linmas, FKUB, Polres Probolinggo dan Polresta Probolinggo dan Muspika Wonomerto. Di Jawa Timur tiga tempat Jombang, Banyuwangi dan Probolinggo. Akan kita kaji bersama MUI, untuk yang di Sumberkari masih diduga, terus akan kita pelajari. sebenarnya sudah berkurang sekarang tinggal 20 orang, sementara yang di Jember sudah habis dan yang di Surabaya ada 10 orang.

Langkah-langkah yang akan kita lakukan melalui persuasif, preventif dan depresif. Disinilah kearifan tokoh agama setempat sangat diperlukan agar aliran tersebut tidak berkembang dan bisa habis. Selain itu juga aliran Eks Gafatar serta aliran lain yang perlu penanganan khusus sehingga aliran-aliran tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Dalam kunjungan ini, kapolres tidak hanya memberikan kultum akan tetapi melakukan dialog dengan masyarakat sekaligus menjadi ajang untuk saling memberikan usulan dan masukan untuk mencari solusi dan pemecahan segala permasalahan yang terjadi baik berupa curwanmor, adanya issu-issu yang terjadi di masyarakat.

Pada saat yang sama juga dilakukan penyerahan senter dan seragam Kamtibmas kepada beberapa tokoh dan perangkat desa, sekaligus dilanjutkan dengan pemberian santuan kepada beberap janda tua dan fakir miskin. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Muh. Hasan Sidiq Ketua MWCNU Wonomerto dan dilanjutkan dengan ramah tamah di kediaman beliau. (Mp).

Berita Terkait