Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/islamnuprob/public_html/config/koneksi.php on line 12
Bekerjasama dengan MWCNU Kuripan, Aswaja NU Center Probolinggo Gelar Kiswah Ramadan

Bekerjasama dengan MWCNU Kuripan, Aswaja NU Center Probolinggo Gelar Kiswah Ramadan

Keterangan Foto :

Kab. Probolinggo (IslamNu) Malam ini, 11 Juni 2016, PC Aswaja Center Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan MWCNU Kecamatan Kuripan menggelar Kiswah Ramadan dengan mengangkat Tema : “Hubungan Aqidah, Syariah dan Akhlaq”. (11/6).

Kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan ini diikuti sekitar 100 orang terdiri pihak Muspika, Pengurus MWCNU-PRNU Se Kecamatan Kuripan, Pengurus Asnuter, Pimpinan Cabang Lembaga-Banom se Kabupaten Probolinggo.

Sebagai pembicara dalam kegiatan ini, Ust. Fathurrozi Amien, M.PdI aktifis dan pemerhati pendidikan dan KH.Abdul Hadi Saifullah, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pembina Asnuter Kabupaten yang didampingi Wakil Ketua PCNU, Bpk Hadi Prayitno, pengurus MUI, dan beberapa pengurus MWCNU terdekat Bantaran dan Wonomerto.

Acara diawali dengan sambutan Ketua MWCNU Kuripan, H. Masduqi, merasa senang dan bangga atas kerjasama dan kepercayaan yang diberikan oleh PC Asnuter Kabupaten Probolinggo. Sementara Camat Kuripan, Parjono, SH.M.Si menyambut gembira atas kekompakan Ulama-Umara sehingga kegiatan Kajian Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah (Kiswah) bisa dilaksanakan di Pendopo ini.

Dengan tegas Beliau menyatakan bahwa mayoritas penduduk desa se Kecamatan Kuripan merupakan penganut paham Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, dan akan selalu setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan selama ini Muspika terus bersinergi dengan MWCNU dan PAC GP Ansor dalam meningkatkan kerjasama yang baik demi ututhnya NKRI yang kita cintai, jelasnya.

Fathurrozi Amien menyampaikan bahwa; Aqidah merupakan pegangan seorang muslim dalam meyakini dan mengimani Allah Swt dan Islam. Syari’ah sebagai jalan, aturan, dan tindakan konkret berupa ibadah kepada Allah Swt. setelah meyakini dan terbentuknya aqidah yang benar. Sementara akhlak merupakan perilaku, kebiasaan, dan budi pekerti sebagai aplikasi aqidah dan syari’ah dalam kehidupan sehari-hari.

Mempertegas materi kiswah yang disampaikan oleh penyaji pertanya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Probolinggo, KH. Abdul Hadi Saifullah, memberikan tambahan dan penegasan bahwa; Aqidah merupakan pengakuan yang terpatri kokoh di hati seorang muslim. Kemudian menjalankan syariah Allah SWT sebagai jalan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw dan dibuktikan dengan tindakan ihsan atau al-akhlaqul karimah dalam kehidupannya, dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Atas nama PCNU kami merasa bangga dan bersyukur kepada Allah Swt. atas terlaksananya kegiatan ini sebagai bentuk kesungguhan Lembaga Banom utamanya PC Aswaja NU Center yang saat ini melaksanakan kegiatan Kiswah Ramadan di pendopo kecamatan bahkan dihadiri Muspika.

NU bisa menggandeng lembaga apapun dan manapun untuk melaksanakan kegiatannya. NU sebagai ormas islam yang menganut paham ahlussunnah wal jamaah an-Nahdliyah, NU mudah bergaul dengan berbagai kalangan, baik formal maupun tidak, namun secara prinsip NU memberikan bukti dan berani menyatakan bahwa NKRI harga mati bagi kami sebagaimana yang dinyatakan oleh Mantan Presiden RI ke IV disaat menjabat Ketua Umum PBNU.

Dimintai keterangan secara terpisah Ketua Aswaja NU Center Probolinggo, Teguh MHz menyampaikan bahwa kegiatan kiswah ini merupakan hasil musyawarah bersama pengurus Asnuter untuk menggelar kiswah ke berbagai kecamatan dan dimulai dalam bulan mulia ini. Bahkan barusan ada permintaan dari KH. Abdul Aziz, Wakil Ketua MWCNU Kuripan yang merupakan salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI di kecamatan tersebut mengajukan usul agar kegiatan kiswah ini juga bisa merambah pada kalangan remaja yang ada di sekolah umum semisal SLTP-SLTA, pintanya.

Semoga kegiatan kiswah yang kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab ini mampu memberikan warna bagi warga nahdliyin agar tetap kokoh dalam menjaga aqidah dan syariah Islam sehingga mampu mewujudkan al-Akhlaqul karimah dalam kehidupannya sehari-hari. Yang mana kesemuanya merupakan pengejawantahan Iman, Islam dan Ihsan. Ketiganya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Karena antara aqidah, syari’ah, dan akhlak selalu ada keterkaitan. Masyarakat akan merasakan kedamaian dengan tetap memperkokoh Keimanan, Keislaman Untuk mencapai tindakan ihsan dalam kehidupan. (Aan Mp). 

Berita Terkait