Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/islamnuprob/public_html/config/koneksi.php on line 12
Ansori : Puasa dan Kesucian Hati

Ansori : Puasa dan Kesucian Hati

Keterangan Foto :

Kab. Probolinggo (IslamNu) Kegiatan Kultum Ramadan mewarnai sehari-hari kegiatan Ramadan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Tidak terpaut lama hampir setiap saat kegiatan-kegiatan ramadan terus saja berjalan sesuai dengan yang terjadwal. (10/6).

Tibalah giliran Pelaksana Humas Kemenag yang notabene Penyuluh Agama Fungsional, Ansori, mengangkat sebuah tema : Makna puasa kaitannya dengan hati. Di mana pada saat tersebut penyuluh yang sempat mewakili Jawa Timur tersebut berlaga di ajang penyuluh teladan nasional di Jakarta pada 2012 lalu, kenangnya.

Hati merupakan hal terpenting yang Allah Swt. anugerahkan kepada manusia; dan hati ini pulalah yang menjadi barometer kehidupan pribadi dan ibadahnya. Jika ia baik, maka baiklah semua anggota tubuhnya, dan jika ia jelek maka rusaklah semua anggota tubuhnya. Hal senada disabdakan oleh Rasulullah Saw.

Berkenaan dengan bulan puasa yang diwajibkan kepada seluruh umat manusia, maka di sini pulalah hati menjadi tolok ukur kebaikan ibadah puasanya. Sekalipun rasa haus dan lapar yang memang ditakuti manusia, bahkan merasa enggan untuk melakukannya, namun keimanan dan kokohnya islam yang ada di hatinya, kemudian akan meringankan beban perjalanan ibadahnya.

Pada waktu tersebut, Sang penyuluh menjelaskan jika hati seseorang kokoh dan lurus dalam keyakinan akan perintah Tuhannya, maka yang beran akan terasa mudah, yang berat akan terasa ringan, bahkan seluruh hidup dan matinya telah ia persaksikan kepada Allah Swt untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangannya.

Hikmah berpuasa yang kita dapatkan ini tentunya berkaitan erat dengan amalan puasa yang kita jalani dan tentunya amalan pada puasa ramadhan bukanlah hanya menahan makan dan minum saja, melainkan juga menjalankan amalan ibadah Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, Itikaf, Silaturahmi, Menghindari diri  dari yang haram, dan banyak lagi.

Demi sempurnanya puasa kita tahun ini sekaligus untuk memotivasi diri, marilah kita simak kembali hikmah dibalik puasa Ramadan yang antara lain; a. Mengetahui bahwa tujuan ibadah puasa adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan jika tujuan tercapai maka puasa kita pun akan berhasil. Namun jika tujuannya gagal maka puasa kita akan sia-sia. b. Semua aktivitas mulia merupakan ibadah. Bahkan kemanapun kaki melangkah menuju masjid dinilai ibadah, membantu orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. c. Selalu Tabah, Puasa Ramadan kita dilatih membiasakan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal jelek. Seperti marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. d. Berhati-hati Dalam bertindak.  Puasa Ramadan akan sempurna dan tidak sia-sia apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari dari hal-hal yang haram, baik dari pandangan mata, telinga, perkataan dan perbuatan. e. Hidup Sederhana.Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut. f. Meningkatkan Silaturahmi,Islam mengajarkan persaudaraan dengan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan ini, Orang memberikan ta’jil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. g. Disiplin Waktu,Agar menghasilkan puasa yang tetap fit dan kuat di siang hari, maka tubuh memerlukan istirahat yang cukup. h. Keseimbangan dalam HidupPada hakikatnya kita adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun sayang hanya karena hal duniawi seperti pekerjaan, hawa nafsu dan lain-lain kita sering melupakan kewajiban kita. Pada bulan puasa ini kita terlatih untuk kembali mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban tersebut dengan imbalan pahala yang dilipatgandakan. i. Perduli Pada Sesama, Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. j. Hidup Sederhana, Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja. k. Meningkatkan rasa syukur,  Makan dan minum hanya pada saat berbuka, kita menjadi lebih mensykuri nikmat yang kita miliki saat tidak berpuasa. Sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mensyukuri nikmat Allah SWT.

Jika semua hal tersebut diatas bisa kita jalankan dengan baik, InsyaAllah hati kita akan terbiasa untuk mensyukuri segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah Swt, niscaya makna puasa tersebut benar-benar mampu memberikan atsar dalam hidup kita, puasa akan menjadi pembelajaran jiwa dan hati kita menuju manusia paripurna, manusia yang memang disarankan oleh Allah melalui kitab-Nya yang agung. (Aan Mp). 

Berita Terkait